3 - Mencermati Nasib

 

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

Banyak orang yang memiliki cita-cita, harapan, keinginan di masa depan. Ada yang ingin menjadi dokter, insinyur, pilot, polisi, atau bahkan ada yang ingin menyendiri (menjauhkan diri dari urusan dunia). Tidak bekerja dan bahkan diam saja untuk akherat saja. Itu bisa menjadi sebgaian atau setengah dari nafsu.
Ada tanda-tanda bahwa kita sebenarnya sudah di beri pekerjaan oleh Allah adalah kita sudah menjalani pekerjaan itu. Karena pekerjaan itu sudah menjadi yang terbaik untuk kita. Yang membuat kita merasa belum punya pekerjaan adalah rasa kurang bersyukur yang muncul dari hati kita.
Jika di hati kita selalu muncul bisikan “ga kerja juga pasti makan, Allah sudah menjamin rejeki”. Hal itu akan membuat kita mudah tergoda nafsu. Karena tidak bekerja (tidak menghasilkan rejeki Allah) dan akhirnya ber maksiat.
Ketika kita sudah memiliki perkerjaan tetapi kita malah ingin diam itu adalah syahwat yang samar karena hal itu merupaka ketidakpatuhan kita terhadap perintah Allah yaitu ketika sudah ada pekerjaan kita masih menginginkan pekerjaan lain
Ada 2 tanda bahwa pekerjaan kita itu adalah sukses
1.       Pekerjaan yang membuat hati tenang/tentram
2.       Karena sudah bekerja maka tidak akan mengharap pemberian orang lain/bermaksiat
Ketika kita sudah memiliki pekerjaan jangan mengharap istirahat (keluar dari pekerjaan itu) karena hal itu menandakan bahka kita menganggap pekerjaan itu tidak ada hasilnya, hal itu menunjukkan bahwa nilai ibadah kepada Allah juga berkurang.

Setengah dari syahwat yang lain yaitu, ketika kita sudah memiliki pekerjaan tetapi kita ingin diam saja atau hanya melakukan amalan-amalan (membaca al-quran, puasa, wiridan) karena ingin dilihat orang melakukan sholat dhuha mereka menjadikan bersihnya hati menjadi ukuran, itu adalah syahwat yang samar.

** Kutiban pengajian KH. Yazid Bustomi


EmoticonEmoticon