6 - Doa Yang Tidak Terkabul

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ 


sebelumnya:

Bersungguh-sungguh (sangat giat) dalam mengejar kepastian yang sudah ditentukan (ditanggung) oleh Allah dan ceroboh dalam melakukan amalan yang telah dituntut oleh Allah itu menunjukkan bahwa hati kita buta,  tidak dapat melihat dengan mata hati tetapi hanya bisa melihat dengan mata kepala (mata dhohir) saja. Misal, jika di minta bekerja sangat giat dan tekun tetapi jika diminta ibadah males-malesan.

Nah..jika hati sudah buta maka melihat pemberian dan waktu datangnya pemberian terkadang akan salah.

Ada kalanya kita berdoa kepada Allah SWT, "kepengen sugih (ingin kaya) sampai umur 40 tahun tapi tetap sama saja tidak segera kaya. Teman-teman sudah beli mobil, kita masih nggoes sepeda. Teman-teman sudah beli rumah, kita masih ngontrak.  Teman kita udah jadi PNS, mobilnya mewah kita masih sama saja seperti ini. Kapan kita ini ini akan diberi oleh Allah...?" hal yang semacam ini jangan menjadikan kita ini  putus asa kepada di teriimanya doa. Sekarang kita berdoa tidak keterima, ya...mungkin beberapa tahun lagi akan diterima. tahun 2017 doa tidak diterima..mungkin tahun 2020 akan diterima oleh Allah SWT.

Ada sepenggal cerita di dalam Al-Quran, tentang Nabi Musa dan Nabi Harun berdoa kepada Allah SWT, mendoakan agar Fir'aun jatuh miskin.


Ketika Nabi Musa dan Nabi Harun melihat Fir'aun yang mempunyai banyak harta padahal jelas adalah manusia paling menghambat/menghalang-halangi dalam perjuangan Nabi Musa dan Nabi Harun dalam beribadah kepada Allah tetapi oleh Allah masih di beri kekayaan dunia. Berkata Nabi Musa kepada Allah "Ya Allah.. Fir'aun dan kaumnya itu jelas tidak bakal iman jika tidak diberi siksa yang menyakitkan. Kami mohon berilah adzab kepadanya, bakar saja hartanya, habiskan  dunianya, tenggelamkan ke bumi saja hartanya fir'aun agar jera tidak menghalang-halangi saya dalam berjuang di jalanMu"

Dijawab oleh Allah "Wahai Musa..Harun..Aku terima doa kalian, walau begitu kalian tidak usah kawatir akan tindakan fir'aun, tetaplah engkau berjuang, biarkan fir'aun berjalan dengan kehendaknya. Yang penting kamu tetap berjuang di jalanKu"
Dari jawaban diatas terlihat bahwa Doa Nabi musa dan Nabi Harun sudah diterima. Tetapi apakah rusaknya dunia fir'aun dan lenyapnya harta firaun langsung saat itu juga..? ternyata baru setelah 40 tahun kemudian doa itu terkabul.

Maka kita harus sadar diri bahwa.. Siapa diri kita ini jika dibandingkan dengan Nabi Musa dan Nabi Harun?, Lebih dekat mana diri kita kepada Allah, Jika dibandingkan dengan Nabi Musa dan Nabi Harun?, Maka dari itu janganlah berputus asa untuk berdoa dan memohon kepada Allah, jika tidak hari ini mungkin besok, jika tidak besok mungkin lusa.
Maka jangan berhenti memohon kepada Allah, jangan sampai karena belum terkabulnya doa, kita berputus asa sehingga tidak lagi memohon kepada Allah. Mungkin jika tidak terkabul pada diri kita, doa kita akan terkabul kepada anak atau cucu kita.

Allah pasti menerima doa kita, tetapi terkabulnya doa itu adalah sesuai dengan penglihatan dan pengukuran Allah kepada kelayakan kita. Kita memohon di beri mobil., tapi Allah melihat kita baru layak naik sepeda. Maka kita akan diberi sepeda. Pemberian Allah bukan sesuai dengan keinginan kita, kita hanya makhluk, tidak bisa kita mengatur kehendak Allah. Diawal sudah dikatakan bahwa Allah memberikan rizkiNya kepada kita itu bukan karena doa kita, tetapi karena memang karena Kehendak Allah semata. Jangka waktu terkabulnya doa itu pun sesuai dengan kehendak Allah, bukan sesuai kehendak kita.

Jika ada kesesuaian doa dan terwujudnya doa itu bukan berarti kita adalah orang paling mulia atau orang paling dekat dengan Allah. Lalu kita berpikir bahwa jika ada seseorang yang berdoa tetapi terkabulnya doa jauh dari permohonan membuat kita berputus asa dan berpikir negatif bahwa kita adalah orang yang jauh dari Allah dan doa kita tidak akan terkabul. Sebenarnya ada hikmah dari ditundanya doa kita, yaitu memberikan kita pelajaran mungkin ada yang kurang dalam ibadah kita. Maka harus lebih ditingkatkan, silahkan di cari sendiri kekurangannya dan ditingkatkan ibadahnya.

Sebaliknya jika ada seseorang yang merasa doanya selalu terkabul dan sesuai dengan kehendaknya. sebenarnya itu adalah ujian yang paling besar yaitu dia akan merasa bahwa dia adalah kekasih Allah, merasa sebagai wali Allah. Padahal merasa seperti itu adalah sifat riya' dan Allah sungguh membenci sifat seperti itu.

**Kutipan Pengajian KH. Yazid Bustomi-Pasuruan


EmoticonEmoticon