Perjalanan Cinta Jawa Timur

Assalamualaikum wr wb.

Ziarah bagiku bukanlah kegiatan yang asing, karena memang saya lahir di dalam keluarga yang masih memandang bahwa “kejawen” itu warisan orang tua dan harus di lestarikan. Di dalam adat jawa, ziarah kubur adalah kegiatan yang biasa dilakukan dengan upacara-upacaranya. Tetapi bagi diriku memahami ziarah kubur tidak lebih lama dari aku melaksanakan kegiatan itu. Ketika aku mengabdi di Pondok Pesantren Walisongo Sragen, barulah aku mengerti dan memahami apa tujuan dan arti sebernarnya dari kegiatan ziarah kubur.

Masjid Agung Syech Kholil Bangkalan, Madura
Baru seminggu yang lalu aku berziarah bersama dengan masyarakat kampung. Jamaah yang berjumlah 12 orang berangkat jam 8.30 dari Mushola Miftakhul Jannah berkendara Elf dengan tujuan Jawa Timur. Tujuan pertama adalah makam KH. Abdurrahman Wahid, KH. Wahid Hasyim, KH. Hasyim Ash’ari (Jombang). Setelah membaca Dzikir, Tahlil, dan Yasin kami melanjutkan menuju Kota santri Bangkalan, Madura untuk berziarah ke Makam KH. Syech Moh. Cholil. Setelah selesai makan pagi kita pun melanjutkan perjalanan yang cukup jauh di ujung pulau Madura menuju Makam Syech Yusuf di pulau Talango, Sumenep. Di Pelabuhan Talango, kita menyempatkan diri untuk bersih badan mandi dan melakukan sholat jama’ Dzuhur dan Ashar. Setelah selesai di Sumenep perjalanan berlanjut menuju Batu Ampar, Pamekasan yaitu Makam Syech Syamsudin. Sayang karena terjebak macet di daerah sampang selama 4 jam tujuan terakhir yaitu Makam Sunan Ampel (Surabaya) tidak bisa tercapai.
Makam Syech Syamsudin, Batu Ampar, Pamekasan

Setelah aku pulang berziarah ada pertayaan dari beberapa teman kepadaku, karena memang hukum ibadah ini telah menjadi perdebatan dan aku mencoba untuk menjelaskan alasan yang mungkin tidak berdalil, karena memang aku tidak hafal dalil.

1. kenapa ziarah jauh2 dan kenapa tidak ziarah ke makom saudara2 dulu aja?
jawab kami:
ziarah jauh dan tak berdarah daging pun kami lakukan, apalagi ziarah makam saudara dan leluhur kami, pasti sudah kami lakukan

2. kenapa tidak melakukan ibadah yang jelas,mengikuti pengajian misalnya?kan lebih jelas manfaatnya?
Jawab kami:
Kami berziarah ke makam Wali Allah karena ini adalah hasil atau ilmu yang kami dapat dari pengajian2 kami

3. Kenapa ziarah? Itu kegiatan kan yang nanggung, wisata nggak..ibadah juga meragukan..
Jawabku:
Bagi kami, ziarah bukanlah sebuah wisata,
Tapi ini adalah 100% ibadah..jadi jangan samakan ziarah dan berwisata..jelas itu adalah dua hal berbeda

4. Kenapa ziarah? Siapa para wali itu? Kenapa tidak berziarah ke makam Guru2 yang jelas- jelas terlihat manfaatnya bagi kita
Jawabku:
Karena perjuangan beliau para wali, maka guru2 kita bisa mengajar dan kita masih bisa belajar sampai saat ini..sangat jelas sekali manfaat kehidupan para wali bagu bangsa dan negara ini, dan kami juga tidak akan melupakan jasa guru2 kami

Karena kami sadar, sangat sulit bagi kami untuk mengingat, mengenang, dan menyebut nama beliau2 dalam setiap doa kami tanpa menyentuh pusaran makam para wali Allah. Semoga bermanfaat ya gaes..


EmoticonEmoticon