Bukan Rumah Kita


Donyo iku koyo kos-kosan
Apiko koyo ngopo
Jembaro koyo ngopo
Penako koyo ngopo
Komplito koyo ngopo
Tetep dudu omahmu

Dunia itu seperti kos-kosan
Bagus seperti apapun
Luas seperti apapun
Nyaman seperti apapun
Lengkap seperti apapun
Bukalah rumahmu

Sebait syair diatas adalah gambaran bahwa kita hidup di dunia ini hanya sementara. Bait diatas mengibaratkan bahwa dunia yang kita singgahi saat ini bukanlah milik kita , karena memang kita lahir tidak pernah membawa apa-apa dan ketika meninggal dunia pun tidak akan meninggalkan apapun. Hanya amal ibadah yang mendapat ridho Allah yang akan menjadi bekal kita untuk berjalan menuju kehidupan abadi.

Suatu waktu ketika saya hendak pulang dari kerja di hari senin. Teman saya bertanya “kamu gak pulang?” karena saya bekerja merantu dan pulang ke rumah satu minggu sekali di hari jumat maka saya menjawab “saya kalo pulang hari jumat, karena senin sampai kamis saya hanya mampir di kos-kosan”. Dari hal inilah saya berpikir bahwa hidup di kos-kosan itu bisa digambarkan sebagaimana hidup di dunia. Dunia yang kita singgahi sekarang bukannlah tempat untuk singgah, bukanlah rumah sejati yang menjadi tujuan kita kembali.

Bukan berarti kita hanya memikirkan akhirat saja tanpa memikirkan dunia. Karena hal ini sering di salah artikan ketika ada kalimat “Hidup Untuk Akherat” kemudian kaum liberal pun berpendapat bahwa ungkapan tersebut adalah ungkapan bodoh. Mereka menganggap bahwa ungkapan diatas menggambarkan kehidupan manusia yang hanya melakukan ibadah dalam hubungan nya kepada Allah saja. Hidupanya hanya di habiskan untuk wirid, berdiam di masjid, tidak bekerja.


Jangan terlalu serius untuk dunia,
hanya sia-sia dan melelahkan


Memang jika lihat sekilas dari ungkapan itu mengartikan bahwa seakan-akan kita dituntut untuk beribadah kepada Allah saja tanpa berhubungan dengan duniawi. Padahal ibadah itu luas, setiap langkah kaki yang kita langkahkan adalah untuk ibadah, nafas yang kita hembuskan adalah untuk ibadah. Mindset kita harus diperluas jangan dipersempit bahwa ibadah itu hanya sholat wajib, sholat sunah, berpuasa, wirid saja. Tetapi kita harus menjadikan apapun kegiatan yang kita lakukan di dunia ini adalah ibadah. Kita sekolah mencari ilmu untuk ibadah. Kita bekerja untuk ibadah. Kita makan untuk ibadah. Kita tidur untuk ibadah. Kita bersosialisasi kepada masyarakat adalah untuk ibadah. Bahkan ketika kita menggerakkan mata kita pun adalah ibadah. Tapi bukan lalu mengartikan semua perbuatan kita di dunia ini adalah ibadah. Karena ada perbuatan yang tidak bisa disebut ibadah seperti mencuri, menteror, mengajak dalam kebencian. Ibadah secara sederhana adalah adalah melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya.


EmoticonEmoticon