Gerhana Bulan dan Wanita Hamil?


Gerhana bulan terjadi ketika bumi berada diantara bulan dan matahari, sehingga cahaya matahari yang menuju bulan akan terhalangi oleh bumi. Proses terhalangnya bulan tersebut bisa sebagian atau tertutup secara penuh, tergantung pada posisi bulan, bumi  dan matahari. Ketika bulan, bumi dan matahari terletak pada satu garis lurus maka akan terjadi apa yang disebut gerhana matahari total. Siklus ini dapat diperhitungkan dengan berbagai bidang keilmuan. Perkembangan teknologi memungkinkan masyarakat melakukan penelitian dan pengamatan secara langsung maupun tidak langsung.

Ada satu hal yang perlu diperhatikan dari kejadian gerhana bulan ataupun gerhana matahari. Memang benar bahwa kejadian tersebut merupakan siklus alam yang dapat diperhitungkan kejadian dan waktunya. Bahkan semakin jauh kesini kita semakin akrab dengan kejadian gerhana bulan dan gerhana matahari, seakan kita lupa bahwa ada kekuatan yang maha dahsyat yang menyebabkan kejadian tersebut terjadi. Bukan sekedar reaksi alamiah biasa, tetapi bahwa pergerakan seluruh alam semesta ini telah di atur oleh Sang Maha Berkehendak Allah SWT. Bumi, bulan, matahari, galaxy dan seluruh alam semesta telah ditentukan orbit dan perputarannya oleh Allah.

Seharusnya melalui kejadian gerhana bulan/gerhana matahari kita menjadi ingat akan kebesaran Allah. Sehingga kita menjadi ingat akan dosa dan sesegera memohon ampun kepadaNya. Tetapi sekarang alih-alih mengingat dosa, yang ada adalah kesombongan diri dengan menyatakan bahwa “gerhana bulan itu hal yang biasa”. Ternyata ilmu pengetahuan yang diperoleh bukan membuka mata tetapi seakan ilmu tersebut telah membutakan mata hati kita.

Didalam pandangan adat jawa ketika ada seoarang wanita yang sedang mengandung dianjurkan untuk melaksanakan “kondangan/bancakan”. Tetapi bagi sebagian kalangan hal itu menjadi kegiatan yang harus dihindari karena akan mendekatkan kita kepada syirik atau terkadang dikatakan bid’ah sehingga dianjurkan untuk ditinggalkan. Ada hikmah yang tidak banyak diketahui orang bahwa kegiatan kondangan/bancakan adalah wujud dari apa yang kita kenal dengan sodaqoh. Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan ketika terjadi gerhana bulan adalah bersodaqoh. Seorang wanita yang sedang mengandung dianjurkan untuk bersodaqoh sehingga akan membawa kebaikan kepada janin yang ada di dalam kandungan. Ditambah lagi suasana hati ketika terjadi gerhana bulan/matahari akan sangat dekat dengan Allah karena kita akan diingatkan akan kebesaranNya. Maka suasana hati tersebut akan membantu kita mencapai keihklasan ketika bersodaqoh. Dan puncak dari ibadah adalah hati yang ihklas. Jika demikian bukankah kondangan atau “bancakan” yang menjadi adat Jawa ketika terjadi gerhana bulan/matahari bagi wanita hamil sangat baik untuk dilakukan? Mengapa harus di hindari?

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan

Seperti yang telah kita ketahui bahwa besok pada tanggal 31 Januari 2018 tepatnya pada hari Rabu akan terjadi Gerhana Bulan yang disebut dengan Supermoon yaitu Bulan akan kehilangan cahayanya, lebih redup dari sinar bulan normal. Sering tampak dengan warna kemerahan karena pembengkokan cahaya di atmosfer. Bulan yang tampak merah ini sering disebut blood moons. Karena supermoon pada 31 Januari menjadi yang kedua dalam satu bulan, maka disebut sebagai fenomena blue moon, yang rata-rata terjadi dua setengah tahun sekali.

Gerhana bulan dalam bahasa Arab disebut “khusuf”. Saat terjadi fenomena gerhana bulan kita dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunah dua rakaat atau shalat sunah khusuf. Shalat sunah ini terbilang sunah muakkad

و) القسم الثاني من النفل ذي السبب المتقدم وهو ما تسن فيه الجماعة صلاة (الكسوفين) أي صلاة كسوف الشمس وصلاة خسوف القمر وهي سنة مؤكدة

Artinya, “Jenis kedua adalah shalat sunah karena suatu sebab terdahulu, yaitu shalat sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah yaitu shalat dua gerhana, shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan. Ini adalah shalat sunah yang sangat dianjurkan,” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zein, Bandung, Al-Maarif, tanpa keterangan tahun, halaman 109).

Secara umum pelaksanaan shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan diawali dengan shalat sunah dua rakaat dan setelah itu disusul dengan dua khutbah seperti shalat Idul Fitri atau shalat Idul Adha di masjid jami. Hanya saja bedanya, setiap rakaat shalat gerhana bulan dilakukan dua kali rukuk. Sedangkan dua khutbah setelah shalat gerhana matahari atau bulan tidak dianjurkan takbir sebagaimana khutbah dua shalat Id.

Jamaah shalat gerhana bulan adalah semua umat Islam secara umum sebagai jamaah shalat Id. Sedangkan imamnya dianjurkan adalah pemerintah atau naib dari pemerintah setempat.

Sebelum shalat ada baiknya imam atau jamaah melafalkan niat terlebih dahulu sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Adapun secara teknis, shalat sunah gerhana bulan adalah sebagai berikut:
1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.

2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.

3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu dibaca dengan jahar (lantang).

4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.

5. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.

6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.

7. Itidal. Baca doa i’tidal.

8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.

9. Duduk di antara dua sujud

10.Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.

11.Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

12.Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada diri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa. Sedangkan pada diri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.

13.Salam.

14.Imam atau orang yang diberi wewnang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, tobat, sedekah, memerdedakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.

Apakah boleh dibuat dalam versi ringkas? Dalam artian seseorang membaca Surat Al-Fatihah saja sebanyak empat kali pada dua rakaat tersebut tanpa surat panjang seperti yang dianjurkan? Atau bolehkah mengganti surat panjang itu dengan surat pendek setiap kali selesai membaca Surat Al-Fatihah? Boleh saja. Ini lebih ringkas seperti keterangan Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam I’anatut Thalibin berikut ini.

ولو اقتصر على الفاتحة في كل قيام أجزأه، ولو اقتصر على سور قصار فلا بأس. ومقصود التطويل دوام الصلاة إلى الانجلاء

Artinya, “Kalau seseorang membatasi diri pada bacaan Surat Al-Fatihah saja, maka itu sudah memadai. Tetapi kalau seseorang membatasi diri pada bacaan surat-surat pendek setelah baca Surat Al-Fatihah, maka itu tidak masalah. Tujuan mencari bacaan panjang adalah mempertahankan shalat dalam kondisi gerhana hingga durasi gerhana bulan selesai,” (Lihat Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I’anatut Thalibin, Beirut, Darul Fikr, 2005 M/1425-1426 H, juz I, halaman 303).

Selagi gerhana bulan berlangsung, maka kesunahan shalat dua rakaat gerhana tetap berlaku. Sedangkan dua khutbah shalat gerhana bulan boleh tetap berlangsung atau boleh dimulai meski gerhana bulan sudah usai. Demikian tata cara shalat gerhana bulan berdasarkan keterangan para ulama. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Kutipan dari : nu.or.id

Membaca Sejarah Nabi Muhammad (2) : Wahyu Pertama yang Menggertarkan


Setelah sepeninggal sang kakek Abdul Muthalib, Muhammad kecil di asuh oleh pamannya Abu Thalib. Dengan penuh kasih dan saying Abu Thalib mengasuh Muhammad kecil. Sampailah saat dimana Muhammad kecil tumbuh menjadi dewasa, anak yang membawa petunjuk telah menjadi seorang pemuda dengan berbekal kebenaran dan memancarkan cahaya. Terdapat pelita hikmah didalam genggaman tangannya. Berita gembira keluar dari lisannya. Tampak kesungguhan nyata dari sorot matanya. Mengalir jiwa kepahlawan sejati di dalam darahnya. Siap menentang setiap kecongkakan dan keangkuhan. Kaum Quraisy mengenalnya dengan pengenalan yang sangat mendalam. Kabilan Arab telah rela memilihnya sebagai hakim ketika terjadi peristiwa peletakan Hajar Aswad di Baitullah. Beliau mendapat julukan Al-Amin (Orang yang Jujur).

Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam menikah dengan Khadijah bisti Khuwailid yaitu seorang saudagar wanita kaya raya. Sejak sebelum menikah, Muhammad adalah seorang pria yang sering merenung, dan berpikir, kontemplasi (olah spritual), memikirkan fenomena alam dan lingkungan sekitarnya di tempat yang jauh dari keramaian. Dari pernikahan ini beliau dikarunia beberapa anak laki-laki dan perempuan, meskipun anak laki-lakinya wafat di masa kanak-kanak.

Beliau berdoa kepada Tuhan agar menemukan sesuatu yang mencerahkan dirinya dan kaumnya. Kita mengetahui dari kariernya di belakang hari, bahwa Muhammad sangat prihatin akan keruntuhan moral yang sangat mengkhawatirkan di Makkah. Kebiasaan ini terus berlanjut setelah beliau menikah. Bahkan pada bulan Ramadhan, hal itu lebih ditingkatkannya lagi, disertai dengan membagikan makanan dan sedekah kepada fakir miskin yang membutuhkan. Hingga pada suatu malam di bulan Ramadhan, tahun 610 M, di sudut gua Hira, beliau dikejutkan oleh turunnya wahyu yang pertama dari Allah, sebagaimana hadits berikut ini:

Dari Aisyah Ummul Mukminin radliyallahu ‘anha, ia berkata: “Permulaan wahyu yang diterima oleh Rasulullah adalah ar-ru’ya ash-shalihah (mimpi yang baik) dalam tidur. Biasanya mimpi yang dilihatnya itu jelas laksana cuaca pagi. Kemudian beliau jadi senang menyendiri; lalu menyendiri di gua Hira untuk bertahannuts. Beliau bertahannuts, yaitu beribadah di sana beberapa malam, dan tidak pulang ke rumah isterinya. Dan untuk itu beliau membawa bekal. Kemudian beliau pulang kepada Khadijah, dan di bawahnya pula perbekalan untuk keperluan itu, sehingga datang kepada beliau Al-Haqq (kebenaran, wahyu) pada waktu beliau berada di gua Hira. Maka datanglah kepada beliau malaikat dan berkata, “Bacalah!” Jawab beliau, “Aku tidak bisa membaca.” Nabi bercerita, “Lalu malaikat itu menarikku dan memelukku erat-erat sehingga aku kepayahan.

Kemudian ia melepaskanku dan berkata lagi, “Bacalah!” dan aku menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Aku lalu ditarik dan dipeluknya kembali kuat-kuat hingga habislah tenagaku. Seraya melepaskanku, ia berkata lagi, “Bacalah!” Aku kembali menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Kemudian untuk ketiga kalinya ia menarik dan memelukku sekuat-kuatnya, lalu seraya melepaskanku ia berkata,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan; (2) Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah; (3) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah; (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (pena); (5) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. al-Alaq, 96:1-5)

Kemudian Nabi pulang ke rumah istrinya, Khadijah binti Khuwailid dengan hati gemetar ketakutan. Beliau memohon kepadanya, “Selimutilah aku!” Mereka menyelimuti beliau hingga hilanglah ketakutannya. Kemudian beliau bercerita kepada Khadijah, setelah diceritakannya apa yang baru dialaminya,ia berkata: “Sesungguhnya aku mencemaskan diriku.” Khadijah berkata, “Sama sekali tidak. Demi Allah, Allah selamanya tidak akan menghinakan engkau. Sesungguhnya engkaulah orang yang selalu menyambung tali persaudaraan, selalu menanggung orang yang kesusahan, selalu mengusahakan apa yang diperlukan, selalu menghormati tamu dan membantu derita orang yang membela kebenaran.”

Selanjutnya Khadijah pergi membawa beliau menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza, anak paman Khadijah. Waraqah adalah seorang Arab pemeluk agama Nasrani di zaman Jahiliyah. Ia pandai menulis kitab dalam bahasa Ibrani dan ia pun menulis Injil dengan bahasa Ibrani. Ia seorang tua yang buta. Khadijah berkata kepadanya, “Wahai anak pamanku, dengarkanlah cerita anak saudaramu ini. Waraqah bertanya kepada Nabi, “Wahai anak saudaraku, apakah yang kaulihat?”
Lalu beliau menceritakan apa yang beliau lihat dan alami di Gua Hira’. Kemudian Waraqah berkata lagi kepada beliau, “Itulah Namus (Jibril) yang pernah diutus Allah kepada Musa. Mudah-mudahan aku masih hidup di saat engkau diusir kaummu!” Maka Rasulullah bertanya, “Apakah mereka akan mengusirku?” Ia menjawab, “Ya, sebab setiap orang yang membawa seperti apa yang engkau bawa pasti dimusuhi orang. Jadi kelak engkau mengalami masa-masa seperti itu, dan jika aku masih hidup, aku pasti akan menolongmu sekuat tenagaku.” Tidak lama kemudian, Waraqah meninggal dan wahyu pun putus untuk sementara (fatrah al-wahy).

Menurut Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdirrahman, Jabir bin Abdillah al-Anshari menceritakan tentang terhentinya wahyu tersebut, bahwa Rasulullah bersabda:

بَيْنَا أَنَا أَمْشِي إِذْ سَمِعْتُ صَوْتًا مِنْ السَّمَاءِ فَرَفَعْتُ بَصَرِي فَإِذَا الْمَلَكُ الَّذِي جَاءَنِي بِحِرَاءٍ جَالِسٌ عَلَى كُرْسِيٍّ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَرُعِبْتُ مِنْهُ فَرَجَعْتُ فَقُلْتُ زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ إِلَى قَوْلِهِ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

“Ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari atas, maka aku lihat ada malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hira, sedang duduk di atas kursi di antara langit dan bumi, maka takutlah aku padanya. Lalu aku pulang seraya berkata, “Selimutilah aku!” Lalu turunlah wahyu:

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ. قُمْ فَأَنذِرْ. وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ. وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ. وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

Wahai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu berilah (manusia) peringatan, dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu sucikanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah!” (QS. al-Muddatsir, 74 :1-5).

Sesudah itu, wahyu pun turun terus-menerus.” (HR. Bukhari: 02, Muslim: 232). Pada wahyu yang kedua inilah, di usianya yang keempat puluh tahun, Muhammad diangkat sebagai Rasul, utusan Tuhan untuk membenahi tatanan umat manusia secara keseluruhan. Dalam hadits lainnya, diriwayatkan dari Aisyah Ummul Mukminin ra., bahwa Harits bin Hisyam r.a. telah bertanya kepada Rasulullah Katanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana cara wahyu datang kepada engkau?” Beliau menjawab:

أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ فَيَفْصِمُ عَنْهُ وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا

“Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti suara lonceng, itulah yang paling berat bagiku. Kemudian ia berhenti, dan aku sudah mengerti apa yang dikatakannya. Kadang-kadang malaikat datang kepadaku sebagai laki-laki, lalu ia berkata, maka aku mengerti apa yang diucapkannya.” Aisyah r.a. berkata: “Sungguh saya melihat wahyu turun kepada Nabi pada hari yang sangat dingin, lalu wahyu itu berhenti, dari kening beliau mengalir keringat.” (HR. Bukhari: 02, Muslim: 4304).

Yang dimaksud dengan ungkapan “seperti suara lonceng” ialah seperti bunyi lonceng besi yang gemerincing terdengar terus-menerus, bunyi yang bukan perkataan yang tersusun dari huruf-huruf. Wahyu melalui bentuk seperti ini, menunjukkan – menurut pendapat yang paling kuat – hadirnya malaikat. Dan kehadiran malaikat (yang menyampaikan wahyu) semacam inilah yang paling berat dirasakan Nabi dibanding kehadirannya dalam bentuk lain (sebagai seorang pria). Hal ini dapat dimengerti, sebab – sebagaimana dijelaskan oleh Filosof Ibnu Khaldun – pada saat itu terjadi suatu proses di mana kemanusiaan (Nabi) yang bersifat materi (jasmaniyah) lepas terkelupas sama sekali untuk kontak dengan alam malaikat yang bersifat rohani (ruhaniyah).(Rasyid Ridha, 1984: 185). Orang-orang yang pertama kali masuk Islam (as-sabiqun al-awwalun); Dari kalangan perempuan adalah istri Nabi sendiri yaitu Khadijah binti Khuwailid, dari kalangan pemuda yaitu Ali bin Abi Thalib, sedangkan dari kalangan pria dewasa adalah Abu Bakar bin Abi Quhafa, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqash, Zubair bin Awwam, Abu Ubaidah bin al-Jarrah, dan masih banyak lagi yang lain, dari penduduk Makkah yang memeluk Islam. Mereka memilih Islam sebagai jalan hidup dengan tulus dan ikhlas.

Hari demi hari, dari waktu ke waktu, pengikut Nabi bertambah banyak. Mereka yang sudah Islam itu datang kepada beliau untuk menyatakan keislaman mereka sekaligus siap menerima ajaran-ajarannya. Gerak-gerik mereka itu tercium oleh kaum Quraisy yang ketika itu memegang otoritas penuh sebagai suku yang berkuasa di Makkah. Lebih-lebih setelah diketahui bahwa para pengikut Muhammad itu sangat membenci berhala-berhala dan dewa-dewa yang mereka sembah. Akhirnya, kaum paganisme ini mengobarkan api permusuhan kepada siapa saja yang masuk Islam. Akan tetapi, tumbuhnya agama Islam di perbukitan kota Makkah tidak dapat dibendung. Keimanan yang teguh dan keyakinan yang kuat menjadikan para pengikut Rasulullah rela berkorban demi mempertahankan agamanya. Hal itu membuat kaum musyrik Quraisy semakin membenci Muhammad dan ajarannya. Mereka mengira bahwa kata-kata Muhammad itu tidak lebih dari kata-kata pendeta atau filosof seperti Quss, Umayya, Waraqa, dan yang lain. Mereka sama sekali tidak menghiraukannya.

Tiga tahun kemudian sesudah kerasulannya, perintah Allah datang supaya Muhammad mengumumkan ajaran Islam yang masih disebarkan secara sembunyi-bunyi itu, bersamaan dengan turunnya wahyu:

وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ (214) وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (215) فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تَعْمَلُونَ

“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan”. (QS. al-Syu’ara, 26: 214-216)

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (QS. al-Hijr, 15: 94)

Salah satu faktor yang mendongkrak perkembangan agama Islam secara pesat ini adalah keteledanan dari Nabi sendiri. Beliau sosok yang berbaik hati dan penuh kasih sayang. Beliau sangat rendah hati, berani membela yang benar, dan berperilaku sopan santun kepada sesamanya. Tutur kata beliau lemah lembut, selalu jujur dan berlaku adil kepada setiap orang. Tidak ada hak orang lain yang beliau langgar. Pandangan beliau terhadap orang yang lemah, miskin, dan anak-anak yatim piatu, adalah bagaikan pandangan seorang bapak kepada anaknya sendiri yang penuh kasih sayang, lemah lembut, dan mesra. Itu semua menjadikan grand point untuk beliau dalam menjalankan misinya. (Husein Haikal, 1984:94-102).

Dr. KH. Zakky Mubarak, MA, Rais Syuriyah PBNU
Kutiban dari : nu.or.id

Membaca Sejarah Nabi Muhammad (1) : Yatim Piatu di Usia 6 Tahun



Allah SWT telah memberikan derajat kenabian dan kerasulan yang menjadikan sebuah karunia bagi manusia yang terpilih. Hal itu tentu tidak akan bisa dicapai dengan usaha manusia dalam bentuk apapun karena hanya Allah yang dapat menentukan kepada siapa kah anugerah itu akan diberikan, kapan di sampaikan dan melalui cara seperti apa kemuliaan itu di berikan.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan menjadi menusia yang berkebangsaan arab yang terpilih mendapatkan karunia dan kemuliaan sebagai Rasullulloh. Hal tersebut pun Allah yang telah menentukan. Sehingga dijadikanNya Nabi Muhammad sebagai penutup para nabi dan rasul. Beliau membawa syariat yang sempurna yang kekal dan abadi. Ajarannya pun dapat disampaikan kepada semua umat manusia dalam berbagai ras, suku dan bangsa. Beliau menjadi risalah didalam membangun peradapan yang tinggi bagi seluruh umat manusia. Bangsa arab diliputi kebodohan dan kejahilan, penganut paganism, penyembah patung dan berhala. Sejatinya nenek moyang bangsa arab berasala dari pengikut ajaran tauhid yang disampaikan oleh Nabi Ismail ‘alaihissalam. Suasana kemusrikan dan keberhalaan telah menyatu dan mendarah daging pada jiwa mereka. Hal itu telah merusak dan menodai kesucian Masjidil Haram karena adanya berhala-berhala dan patung yang bergelantungan. Tetapi semua keburukan dan kegelapan itu sirna setelah kelahiran kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Di sekeliling Ka’bah yang berada di tengah-tengah Masjidil Haram ada kurang lebih 360 patung dan berhala yang mereka sembah. Setiap suku memiliki patung tersendiri sebagai sembahan dan perantara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keadaan seperti itu telah mengotori Masjid dan kesucian Ka’bah dalam menjalani pelaksanaan ibadah yang murni kepada Allah. Kaum musyrikin menjadikan patung-patung itu sebagai Tuhan-tuhan mereka. Untuk patung-patung itu hewan dikurbankan dan nadzar ditunaikan, mereka memberikan ketaatan yang total pada patung-patung itu. Keadaaan seperti itulah yang mereka jalani meskipun apabila mereka ditanya “Siapa Tuhan yang mereka sembah”. Mereka menjawab “Tuhan kami adalah Allah, kami tidak menyembah patung-patung itu kecuali hanya perantara untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan taqarub yang amat dekat” (QS. Al-Zumar, 39: 3).

Dalam suasana yang sangat kacau penuh kesesatan yang disebut zaman jahiliyyah itu, terjadilah pernikahan agung, antara Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim al-Quraisyi dengan Aminah binti Wahab. Dari pernikahan yang mulia itu, Allah menakdirkan lahirnya manusia yang paling agung dalam sejarah dunia, yaitu Nabi Besar Muhammad pada hari senin tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah, bertepatan dengan 20 April 570 M. Ketika Nabi masih berada dalam kandungan ibunya. Pada suatu saat ibundanya Siti Aminah, melihat cahaya yang terang benderang dari dirinya dan menerangi istana Kisra di negeri Syam. Ayah Nabi Muhammad Sayyid Abdullah bin Abdul Muthalib meningal dunia ketika beliau masih ada dalam kandungan ibunya.

Beberapa bulan setelah itu berbahagialah Sayyidah Aminah ibunda Nabi Muhammad dan Abdul Mutahalib, kakeknya atas kelahirannya yang diberi nama Muhammad, karena ia akan menjadi orang yang sangat terpuji di masa yang akan datang. Inilah manusia yang paling agung dan paling berpengaruh dalam sejarah kemanusiaan. Petunjuk telah lahir dan alam pun telah menjadi terang bercahaya. Zaman menyambut kelahirannya dengan senyum ceria. Muhammad kecil dipelihara oleh ibunya dan kemudian disusukan kepada Halimah al-Sa’diyah kaum Bani Sa’ad dari Bani Zuhrah sampai susuannya berakhir, kemudian kembali kepangkuan ibundanya atas tanggungan kakeknya Abdul Muthalib.

Ketika umur beliau mencapai usia 6 tahun, ketika ia mulai menanyakan ayahnya kepada ibundanya yang amat dicintainya, sampailah informasi padanya tentang kewafatan ayahnya. Ketika ia masih berada dalam kandungan, maka ia pun sadar bahwa dirinya adalah anak yatim. Pada usia itu beliau diajak ibundanya Aminah untuk berziarah ke Yastrib mengunjungi saudar-saudara kakeknya dari keluarga Najjar. Perjalanan ke Yatsrib ditemani Ummu Aiman seorang pembantu wanita yang disiapkan Abdullah sebelum beliau wafat. Sampai di Madinah, Muhammad kecil diajak berziarah ke suatu rumah tempat ayahnya dahulu meninggal, serta berziarah ke tempat kuburan ayahnya. Suasana itu dirasakan begitu berat dan mengharukan, apalagi bagi Muhammad kecil yng telah menjadi yatim. (Husein Haikal, 1998: 54).

Setelah beberapa lama tinggal di Madinah, Aminah, Muhammad, dan Ummu Aiman bersiap-siap untuk pulang ke Makkah. Dalam perjalanan pulang, ketika mereka sampai di kampung Abwa’, ibunda Aminah merasa sakit, yang kemudian meninggal dunia dan dikuburkan di tempat itu juga. Muhammad kecil kembali menghadapi cobaan yang sangat berat, ibarat luka belum sembuh karena ditinggalkan ayahahandanya, tergores luka baru dengan wafatnya ibunda yang sangat dicintainya. Muhammad kini menjadi seorang yang yatim dan piatu dalam usia 6 tahun. Kemudian Ummu Aiman membawanya pulang ke Makkah. Anak itu pulang sambil menangis dengan hati yang perih, hidup sebatang kara. Baru beberapa hari yang lalu ia menyaksikan rumah tempat ketika ayahnya wafat dan kuburan ayahnya, kini ia melihat sendiri di hadapannya, ibundanya pergi, wafat tidak kembali untuk selama-lamanya. 

Anak yang masih amat kecil itu mendapat cobaan yang sangat berat, memikul beban hidup yang memilukan, sebagai seorang anak yang yatim dan piatu. Dua tahun setelah beliau berada dalam asuhan dan bimbingan kakeknya Abdul Muthalib pun wafat. Sebelum meninggal dunia, Abdul Muthalib menyerahkan cucunya kepada anaknya yang sekaligus paman Nabi, yaitu Abu Thalib. Kemudian merawatnya dengan penuh kasih sayang. Ketika di Makkah Muhammad kecil dipelihara kakeknya Abdul Muthalib. Kakeknya sangat mencintainya, ia memeliharannya dengan penuh kasih sayang, sungguhpun demikian, peristiwa sedih sebagai anak yatim piatu itu bekasnya masih mendalam sekali pada jiwanya, sehingga dalam al-Qur’an disebutkan: “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?” (QS. al-Dhuha, 93: 6).

Dr. KH. Zakky Mubarak, MA, Rais Syuriyah PBNU
Kutipan dari : nu.or.id

Memaknai Puisi "ISLAM" Gus Mus

 


Satu lagi karya sastra dari Gus Mus yang benar-benar akan membuat kita menjadi ingat dan beristropeksi diri. Puisi yang berjudul “ISLAM” ini seakan telah mengingatkan kita semua bahwa di jaman sekarang ini banyak sekali orang-orang yang telah menjadikan semua hal bernuansa Islam. Karena ada banyak yang berpikir bahwa kalo tidak sesuai dengan syariat islam itu adalah salah. Sampai-sampai budaya yang telah diwariskan oleh pendahulu bangsa kita ini dikatakan tidak islami dan tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW sehingga pantas untuk di sebut bid’ah. Dan siapun yang menjalankan kegiatan itu, neraka hukumannya. Apakah kita benar-benar sudah lupa siapa yang telah membawa dan meyebarkan Islam di Nusantara kita ini.

Mari kita bayangkan jika para walisongo berdakwah dengan cara menyalahkan secara kontras apa yang telah menjadi budaya sebelum Islam masuk ke Nusantara. Pasti yang terjadi adalah peperangan dan pertumpahan darah. Suatu kecerdasan ketika Walisongo mampu merubah kultur dan Agama yang sebelumnya berada di bawah kerajaan-kerajaan Hindu seperti Majapahit menjadi beragama Islam tanpa ada kebencian. Yang terbukti sampai sekarang pemeluk Agama Hindu dan Islam atau dengan pemeluk Agama lain masih hidup rukun berdampingan di Negeri kita ini.  Hal itu dikarenakan Walisongo tidak menyalahkan budaya tetapi membenarkan apa yang salah, dengan tanpa merubah esensi-esensi islam yang terkandung di dalam budaya itu.

Islam agamaku nomor satu di dunia
Islam benderaku berkibar di mana-mana
Islam tempat ibadahku mewah bagai istana
Islam tempat sekolahku tak kalah dengan yang lainnya
Islam sorbanku
Islam sajadahku
Islam kitabku
Islam podiumku kelas exclussive yang mengubah cara dunia memandang
Tempat aku menusuk kanan kiri
Islam media massaku
Cahaya komunikasi islami masa kini
Tempat aku menikam saat ini
Islam organisasiku
Islam perusahaanku
Islam yayasanku
Islam istansiku , menara dengan seribu pengeras suara
Islam muktamarku, forum hiruk pikuk tiada tara
Islam pulsaku
Islam warungku hanya menjual makanan sorgawi
Islam supermarketku melayani segala keperluan manusiawi
Islam makananku
Islam teaterku menampilkan karakter-karakter suci
Islam festifalku memeriahkan hari-hari mati
Islam kaosku
Islam pentasku
Islam seminarku, membahas semua
Islam upacaraku, menyambut segala
Islam puisiku, menyanyikan apa saja
Tuhan islamkah aku?

Memaknai Puisi “Agama-Gus Mus”



Seperti yang kita ketahui bahwa Gus Mus yang mempunyai nama lengkap KH. Ahmad Mustofa Bisri adalah seorang Ulama, Guru Bangsa, Tokoh Bangsa dan merupakan sahabat dekat Presiden ke-4 RI Gus Dur. Selain dikenal sebagai ulama Gus Mus juga dikenal sebagai Budayawan. Banyak karya cerpen dan puisi Gus mus yang telah di bukukan dan diterbitkan. Begitu indah makna puisi karya beliau sehingga melalui puisi-puisi beliau kita akan di ingatkan kembali bagaimana kehidupan yang seharusnya kita jalani.

Kesempatan kali ini saya ingin memaknai puisi terkenal gusmus yang sempat beliau bacakan di acara Mata Najwa tahun lalu yang berjudul “AGAMA” berikut puisi nya

Agama adalah kereta kencana
yang disediakan Tuhan untuk kendaraan kalian
berangkat menuju hadiratNya
Jangan terpukau keindahannya saja
Apalagi sampai dengan saudara-saudara sendiri bertikai
berebut tempat paling depan
Kereta kencana cukup luas
untuk semua hamba yang rindu Tuhan
Berangkatlah!
Sejak lama Ia menunggu kalian

Dari puisi Gus Mus diatas kita akan disadarkan bahwa kita selama ini hanyalah melihat Agama dari sisi keindahannya saja. Memang benar Agama Islam itu sangat indah, sehingga Gus Mus menggambarkan Agama layaknya kereta kencana. Kereta kencana ada kereta milik para raja dan ratu yang memang pada saat itu merupakan kendaraan paling mewah dan penuh ke istimewaan. Karena keindahan Islam makan banyak diantara pemeluknya hanyut dan larut dalam keindahaan. Padahal seharusnya bukan karena keindahan islam saja kita menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Karena jika seperti itu maka kita akan terjebak di dalam keindahaan dan akan melupakan hakekat dari Islam itu sendiri yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya karena Allah bukan karena keindahannya.

Apalagi terkadang sering terjadi pertikaian antar saudara. Sungguh sangat disayangkan. Jika memang agama itu indah kenapa di hiasai dengan pertikaian. Saling berebut benar dan menyalah-nyalahkan. Artinya jika seperti itu kita sudah benar-benar terjebak di dalam keindahannya saja. Padahal Agama itu sangat luas dan penuh kedamaian. Tetapi banyak diantara kita yang mempersempit Agama itu sendiri dengan menganggap mazhab kita yang paling benar, organisasi kita yang paling benar, dan pemahaman kita yang paling benar. Padahal sesungguhnya Allah lah pemilik kebenaran itu, mengapa kita yang saling berebut?.

Purnama Tenggelam Dalam Gelap



Rembulan telah menjadi purnama
Rosulullah Muhammad SAW adalah rembulan
Jika mata kita tidak mampu memandang matahari karena silau
Maka pandanglah bulan yang memantulkan cahayanya
Ketika mata kepala kita tidak mampu melihat Allah dalam misteri
Maka lihatlah Muhammad sebagai wujud keindahanNya
Ada kalanya purnama berada di balik mendung
Kabut gelap menutupi semburat cahaya bulan
Untuk bisa menangkap indahnya purnama
Berdirilah di atas kabut agar sampai jiwa dan batinmu
Pada titik keindahan yang hakiki
Cahaya sejati tidak akan habis oleh sirna
Karena mendung dan badai tidak akan kuat berdiri lama
Sebentar akan tiba saat dimana cahaya merobek , menembus dan masuk
Ke dalam jiwa-jiwa yang bersih dan suci
Ujung mata kita akan sampai pada terang dan gelap
Biarkan gelap hilang dalam terang
Karena cahaya sejati tidak akan hilang
Hanya terang yang menembus gelap
Bukan gelap yang menembus terang
Apakah benci itu ada?
Apakah kezalimanitu ada?
Apakah kesengsaraan itu ada?
Apakah semua itu telah menenggelamkan cahaya sejati?
Jika cahaya itu telah sampai
Tidak akan ada kegelapan
Malam bukanlah malam
Jika bumi tidak memunggungi matahari
Maka biarkan cahaya itu datang
Dan rasakan puncak rasa jiwa seorang pengembara

Melihat Status Network di Ubuntu 17.04


Kita bisa menggunakan perintah berikut untuk melihat semua perangkat jaringan yang ada di linux operating system:
ip command – ini digunakan untuk menampilkan atau merubah routing, device, policy routing dan tunnels.
netstat command – network connections, routing tables, interface statistics, masquerade connections, dan multicast memberships.
ifconfig command – digunakan untuk menmpilkan atau melakukan konfigurasi network interface.

1. Melihat network interface dengan ip command

Ketik perintah berikut:

ip link show

Output:

1: lo:  mtu 16436 qdisc noqueue state UNKNOWN
    link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00
2: eth0:  mtu 1500 qdisc mq state UP qlen 1000
    link/ether b8:ac:6f:65:31:e5 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
3: wlan0:  mtu 1500 qdisc mq state DOWN qlen 1000
    link/ether 00:21:6a:ca:9b:10 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
4: vboxnet0:  mtu 1500 qdisc noop state DOWN qlen 1000
    link/ether 0a:00:27:00:00:00 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
5: pan0:  mtu 1500 qdisc noop state DOWN
    link/ether c2:10:fa:55:8e:32 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
6: vmnet1:  mtu 1500 qdisc pfifo_fast state UNKNOWN qlen 1000
    link/ether 00:50:56:c0:00:01 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
7: vmnet8:  mtu 1500 qdisc pfifo_fast state UNKNOWN qlen 1000
    link/ether 00:50:56:c0:00:08 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
11: ppp0:  mtu 1496 qdisc pfifo_fast state UNKNOWN qlen 3
    link/ppp

Maksudnya adalah:
lo – Loopback interface.
eth0 – Ethernet network interface yang pertama.
wlan0 – Wireless network interface yang pertama.
ppp0 – Point to Point Protocol network interface yang pertama yang dapat digunakan untuk dial up modem, PPTP vpn connection, atau 3G wireless USB modem.
vboxnet0, vmnet1, vmnet8 – Virtual machine interface working pada bridge mode atau NAT mode.

2. Menampilkan semua Network Interfaces menggunakan netstat Command

netstat -i

Output:

Kernel Interface table
Iface   MTU Met   RX-OK RX-ERR RX-DRP RX-OVR    TX-OK TX-ERR TX-DRP TX-OVR Flg
eth0       1500 0   2697347      0      0 0       2630262      0      0      0 BMRU
lo        16436 0      2840      0      0 0          2840      0      0      0 LRU
ppp0       1496 0    102800      0      0 0         63437      0      0      0 MOPRU
vmnet1     1500 0         0      0      0 0            49      0      0      0 BMRU
vmnet8     1500 0         0      0      0 0            49      0      0      0 BMRU

3. Menggunakan ifocnfig command

/sbin/ifconfig -a

Output:
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr b8:ac:6f:65:31:e5 
          inet addr:192.168.2.100  Bcast:192.168.2.255  Mask:255.255.255.0
          inet6 addr: fe80::baac:6fff:fe65:31e5/64 Scope:Link
          UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:2697529 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:2630541 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:1000
          RX bytes:2159382827 (2.0 GiB)  TX bytes:1389552776 (1.2 GiB)
          Interrupt:17

lo        Link encap:Local Loopback  
          inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
          inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
          UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1
          RX packets:2849 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:2849 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:0
          RX bytes:2778290 (2.6 MiB)  TX bytes:2778290 (2.6 MiB)

ppp0      Link encap:Point-to-Point Protocol 
          inet addr:10.1.3.105  P-t-P:10.0.31.18  Mask:255.255.255.255
          UP POINTOPOINT RUNNING NOARP MULTICAST  MTU:1496  Metric:1
          RX packets:102800 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:63437 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:3
          RX bytes:148532544 (141.6 MiB)  TX bytes:4425518 (4.2 MiB)

vmnet1    Link encap:Ethernet  HWaddr 00:50:56:c0:00:01 
          inet addr:192.168.47.1  Bcast:192.168.47.255  Mask:255.255.255.0
          inet6 addr: fe80::250:56ff:fec0:1/64 Scope:Link
          UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:49 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:1000
          RX bytes:0 (0.0 B)  TX bytes:0 (0.0 B)

vmnet8    Link encap:Ethernet  HWaddr 00:50:56:c0:00:08 
          inet addr:172.16.232.1  Bcast:172.16.232.255  Mask:255.255.255.0
          inet6 addr: fe80::250:56ff:fec0:8/64 Scope:Link
          UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:49 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:1000
          RX bytes:0 (0.0 B)  TX bytes:0 (0.0 B)

Cara Setting MRTG di Mikrotik

Sebelumnya kita sudah membahas bagaimana cara install MRTG di linux ubuntu 17.04. Sekarang kita akan membahas bagaimana cara monitoring trafik yang terjadi di mikrotik. Sebenarnya di mikrotik relative lebih mudah karena package Graphs monitoring sudah terinstall ketika kita membeli router board. Kita hanya perlu menambahkan interface apa yang ingin kita monitoring ke dalam Graphing melalui aplikasi remote mikrotik yaitu winbox.

Router yang sudah selesai kita setting dan sudah berjalan, bukan berarti akan kita tinggalkan begitu saja. terlebih router tersebut merupakan router backbone. Pada  kebanyakan  ISP bahkan akan melakukan monitoring selama 24 jam nonstop untuk memastikan kondisi router baik - baik saja. Dan jika terjadi sesuatu pada router yang membuat jaringan tidak berjalan sebagaimana mestinya, bisa segera ditangani dengan baik.

Begitu juga admin jaringan juga perlu mencatat penggunaan bandwidth untuk bahan laporan apakah bandwidth yang di dapatkan sesuai dengan informasi layanan bandwidth dari ISP, atau sekedar mencatat statistik penggunaan bandwidth oleh client. Untuk melakukan pencatatan dalam format graph di MikroTik, admin jaringan bisa menggunakan fitur "Graphing".

Kita mulai saja langkah untuk melakukan monitoring interface router mikrotik kita, yang pertama yaitu masuk ke menu

tools -> graphing

Setelah itu anda klik + atau Add lalu pilih interface yang ingin di munculkan di MRTG. Disini kita bisa memilih bebera interface atau pilih semua nya (ALL)
setalah anda pilih Ok kemudian anda harus memilik ip public atau ip internet untuk bisa melihat trafik lalu lintas data disini bisa di lihat laporan harian , mingguan , bulanan bahkan bisa sampai tahunan seperti yang ada di bawah ini. seperti gambar di bawah ini.



Menebak Usia Mumi



Begitu banyak candaan-candaan Gus Dur yang hampir dipastikan mengajak otak kita berpikir terlebih dahulu sebelum tertawa. Karena Joke Gus Dur selalu terlihat berani, tegas dan tidak pandang bulu. Gusdur yang memiliki nama asli Abdurrahman Ad-dzakil atau banyak dikenal dengan nama Abdurrahman Wahid memang menjadi sosok yang berani melawan rezim pemerintahan Soeharto. Dan dari keadaan tersebut Gus Dur tetap mampu membuat Joke.

Ini cerita Gus Dur sewaktu jaman Orde Baru. Cerita tentang sayembara menebak usia mumi di Giza, Mesir. Puluhan negara diundang oleh pemerintah Mesir, untuk mengirimkan tim ahli Palaeo Antropologinya yang terbaik.

Akan tetapi, pemerintah Indonesia lain dari yang lain, namanya juga jaman Orde Baru yang waktu itu masih bergaya represif misalnya banyaknya penculikan para aktivis. Makanya pemerintah mengirimkan seorang aparat yang komandan intel.

Setelah sejumlah negara maju untuk menebak usai mumi, giliran delegasi Indonesia yang maju. Pak Komandan bertanya kepada panitia, bolehkan dia memeriksa mumi itu di ruang tertutup. “Boleh, silahkan,” jawab panitia.

Lima belas menit kemudian, dengan tubuh berkeringan Pak Komandan Intel itu keluar dan mengumumkan temuannya kepada tim juri. “Usia mumi ini enam ribu dua ratus empat puluh lima tahun enam bulan tujuh hari,” katanya dengan lancar.

Ketua dan seluruh anggota tim juri terbelalak dan saling berpandangan, heran dan kagum jawaban itu tepat sekali.

Menjelang kembali ke Indonesia, Pak Komandan Intel dikerumuni wartawan dalam dan luar negeri di lobby hotel. “Anda luar biasa,” kata mereka. “Bagaimana cara Anda tahu dengan persis usia mumi itu?”

Pak Komandan dengan enteng menjawab, “Saya gebuki, ngaku dia!”

Empat Humor Gusdur


Ada beberapa kesan yang tidak akan pernah terlupakan bagi siapapun yang mengenal sosok Gus Dur. Bahkan bagi yang tidak kenal pun akan sulit melupakan bahwa Presiden RI ke 4 yang menjabat tidak lebih dari 2 tahun ini sangat pandai dalam membuat joke-joke yang penuh hikmah. Yaaa boleh dibilang seperti "Canda Ala Sufi". Karena memang lawakan-lawakan yang dibawakan oleh Gus Dur tidak seperti lawakan biasanya. Lawakannya penuh makna dan akan sulit di pahami dan di mengerti bagaimana lawakan itu terbentuk. Nah sekarang saya akan coba mengingatkan kembali empat cerita gusdur yang bisa membuat kita tersemyum.

1. Tukang Becak Cerdik

Presiden Gus Dur pernah bercerita kepada salah seorang menterinya Mahfud MD tentang orang Madura yang banyak akal dan cerdik.
Ceritanya begini: Ada seorang tukang becak asal Madura yang kepergok seorang polisi ketika memasuki kawasan "Becak dilarang masuk".
Tukang becak itu nyelonong, dan polisi pun datang menyemprit.
"Apa kamu tidak melihat gambar itu? Becak tak boleh masuk jalan ini," kata polisi itu membentak.
"Oh saya lihat pak, tapi itu kan gambarnya becak kosong tidak ada orangnya. Becak saya kan ada orangnya, berarti boleh masuk," jawab si tukang becak.
"Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan becak dilarang masuk!" bentak Pak polisi lagi.
"Tidak pak, saya tidak bisa baca. Kalau saya bisa baca ya saya pasti jadi polisi seperti sampeyan, bukan jadi tukang becak begini," jawab si tukang becak cengengesan.

2. Pastor dimakan Harimau

Gus Dur bercanda dengan para pastor di Semarang. Ada seorang pastor yang punya hobi aneh, berburu binatang buas, kata Gus Dur. Setiap hari Minggu, selesai misa ia pergi ke hutan.
Ketika ia melihat seekor harimau langsung saja ia menarik pelatuk senapan dan ia pun menembak. "Dor, dor, dor!"
Ternyata tembakannya meleset. Dan.. Harimau balik mengejar. Sang pastor yang langsung berlari terbirit-birit.
Namun sialnya, di depan sang pastor berhadapan dengan jurang yang sangat dalam. Ia harus berhenti. Ia pasrah, berlutut. Harimau mendekatinya perlahan, siap menerkam.
Jantung sang pastor berdegub semakin kencang. Ia mengatupkan tangannya, berdoa dan menutup mata.
Ia berdoa lama sekali. Sang pastor terheran-heran karena ternyata ia masih hidup. Ia menoleh ke samping. Dilihatnya harimau itu terdiam di sampingnya sambil mengatupkan kedua kaki depannya, seperti sedang berdoa.
Sang pastor bertanya kepada harimau, "Kenapa, kamu kok tidak menerkam saya, malah ikut-ikutan berdoa?"
"Ya saya sedang berdoa. Berdoa sebelum makan!" kata harimau.

3. Gus Dur Sakit Gigi

Sudah beberapa hari ini Gus Dur sakit gigi, cenat cenut. Dibuat duduk sakit, berbicara sakit, mendengarkan musik Beethoven juga masih sakit.
"Siapa bilang sakit hati lebih berat dari pada sakit gigi," kata Gus Dur kepada seorang stafnya, mengutip lirik lagu dangdut.
"Lha kan iya lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati Gus?"
"Lebih baik sakit hati saja," kata Gus Dur.
"Lha kenapa Gus?"
"Saya ini lagi sakit gigi!" kata Gus Dur agak berteriak.
Staf Gus Dur tak berani bertanya lagi.

4. Gus Dur Kena di Tipu

Gus Dur rutin tidur malam pukul 01.00 WIB. Ketika bertanya kepada keluarga atau pengawalnya, "Jam berapa sekarang?" dan jawabannya belum sampai waktu yang ditentukan itu, ia tidak akan tidur.
Nah untuk menjaga kesehatan Gus Dur agar tidak tidur terlalu malam, pihak keluarga pun berkomplot. "Kalau Gus Dur tanya jam berapa, bilang sudah jam satu." Dan Gus Dur pun beranjak tidur.
Hal itu berlangsung beberapa kali. Gus Dur pun akhirnya sadar. "Wah selama ini saya dikibulin."
Tanpa sepengetahuan keluarga, Gus Dur membeli jam tangan yang ketika dipencet bisa berbunyi.
Suatu malam, pukul 11 malam Gus Dur bertanya, "Sudah jam berapa sekarang?" Kompak semua bilang. "Jam satu Gus!"
Sambil tersenyum, Gus Dur langsung memencet jam tangan dan bisa didengar semua: "Sekarang jam 11 malam," kata jam tangan itu dalam bahasa Inggris.

Membuat FTP Server Menggunakan VSFTPD di Ubuntu



Sebelum kita lanjut membahas bagaimana langkah membuat FTP server, kita akan membahas dulu tentang apa itu FTP. File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk mengirim file dan menerima nya dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP. Dua hal yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan FTP Client. FTP server adalah suatu server yang memberikan layanan kirim dan menerima file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client.
FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server.
Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut :
• Untuk tujuan sharing data
• Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer
• Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user
• Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien
Sekarang kita akan mencoba melakukan installasi FTP server di ubuntu server 17.04 dengan VSFTPD. VSFTPD adalah FTP server untuk unix-like system termasuk Linux. Langsung saja kita mencoba langkah di bawah:

1. Silahkan melakukan update system operasi dengan perintah di bawah

apt-get update

2. Jalankan perintah untuk memasang vsftpd seperti di bawah

apt-get install vsftpd

3. Setelah selesai melakukan installasi, silahkan buka file konfigurasi dan lakukan edit pada baris sesuai dengan konfig di bawah:

cp /etc/vsftpd.conf /etc/vsftpd.conf.old
nano /etc/vsftpd.conf

Setelah file konfigurasi terbuka silahkan edit sesuai teks dibawah

listen=YES
anonymous_enable=NO
local_enable=YES
write_enable=YES
dirmessage_enable=YES
use_localtime=YES
xferlog_enable=YES
connect_from_port_20=YES
chroot_local_user=NO
pam_service_name=vsftpd
rsa_cert_file=/etc/ssl/private/vsftpd.pem

4. Silahkan restart service FTP dengan perintah

Service FTP restart

5. Sebenarnya sekarang kita sudah bisa mengakses server FTP dengan user yang sudah ada, tetapi lebih aman jika kita membedakan antara user kita dengan user client yang akan mengakses FTP kita. Silahkan tambahkan user baru dengan menjalankan perintah:

adduser irwan
passwd irwan

6. Silahkan restart service FTP dengan perintah

Service FTP restart

7. Setealah semua selesai di setting dan jalankan. Kita bisa melakukan uji coba dengan aplikasi FTP Client seperti  FileZilla, WinSCP atau kita bisa akses dengan menggunakan webrowser dengan mengetik alamat ftp://irwan.com. Maka file yang ada di FTP server akan terlihat



Memaknai Lirik Lagu "Mampir Ngombe-Bugie"


Kali ini saya akan mencoba untuk memaknai lirik lagu Mampir Ngombe. Lagu ini menjelaskan bahwa kita hidup didunia ini hanya sementara. Maka tidak ada satupun hal di dunia ini yang pantas untuk di pertahankan dan menganggapnya sebagai suatu keutuhan yang akan abadi. Entah apapun itu pasti akan kembali kepadaNya. Karena memang semua adalah milikNya bukan milik kita. Banyak kekeliruan pada diri kita, apa yang melekat pada diri kita adalah milik kita, entah itu barang, uang, rumah, kendaraan keluarga. Padahal itu semua hanyalah titipan dari Allah yang nanti pasti akan kembali kepada Allah.


Urip iku mung mampir ngombe
Ora bakal urip selawase
Opo wae sing ono ning ndonyo
Kabeh kui bakale sirno

Hidup itu hanya singgah untuk minum
Tidak akan hidup selamanya
Apa saja yang ada di dunia
Semua itu akan musnah
 

Yen wis tekan wancine
Sopo wae bakal dikersa'ke
Ditimbali karo sing Kuasa
Ditakoni Amalmu neng ndonya

Jika sudah tiba waktunya
Siapa saja akan merasakan
Dipanggil Yang Maha Kuasa
Ditanya amal kamu di dunia


Sing becik bakal mlebu surgo
Sing olo mlebu neroko
Mulo kabeh kowe manungso
Dho elingo

Yang baik akan masuk surga
Yang buruk masuk neraka
Maka semua, kalian manusia
Ingatlah


Tindhakno dhawuhe sing Kuasa
Bektio karo wong tua
Iku ngono biso kanggo sarono
Mlebu surgo.


Laksanakan perintah Yang Maha Kuasa
Berbaktilah kepada orang tua
Itu akan bisa menjadi saran
Masuk Surga

Cara Install dan konfigurasi MRTG di Ubuntu Server


MRTG (the Multi Router Traffic Grapher) Adalah aplikasi yang digunakan untuk memantau beban trafik pada link jaringan. MRTG akan membuat halaman HTML yang berisi gambar GIF yang mengambarkan trafik melalui jaringan secara harian, mingguan, bulanan dan tahunan. MRTG dibuat oleh Tobias Oetiker menggunakan Perl dan C dan tersedia untuk sistem operasi UNIX dan Windows NT.

Berikut adalah langkah-langkah installasi MRTG di ubuntu 17.04

1. Install  snmp client
sudo apt-get install snmpd snmp apache2

2. Copy file konfigurasi snmp di folder installasi
sudo cp /etc/snmp/snmpd.conf /etc/snmp/snmpd.conf.default

3. Baru kemudian buka dan edit file /etc/snmp/snmpd.conf dengan perintah
sudo nano /etc/snmp/snmpd.conf

Kemudian cari bagian:
#rocommunity public localhost

Hilangkan tanda # sehingga terlihat seperti di bawah ini:
rocommunity public localhost 

4. Kemudian simpan dan restart layanan snmp server dengan perintah:
sudo service snmpd restart

5. Jika tidak ada kendala pada perubahan konfigurasi maka server snmp akan aktif setelah direstart tadi, untuk mengecek status snmp server aktif atau tidak, anda bisa menjalankan perintah:
sudo service snmpd status 

6. Setelah meastikan bahwa aplikasi snmp server berjalan maka langkah berikutnya adalah memuat folder mrtg yang berlokasi di /var/www/html/ dengan perintah:
sudo mkdir /var/www/html/mrtg

7. Langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi mrtg dengan menjalankan perintah:
sudo apt-get install mrtg

8. Ketika proses instalasi anda akan diminta memilih opsi "apakah file konfigurasi /etc/mrtg.cfg akan dimiliki oleh root dan hanya bisa dibaca oleh root?" anda bisa pilih opsi YES

9. Setelah itu, proses instalasi akan berhasil, langkah selanjutnya adalah membuat konfigurasi dari file /etc/mrtg.cfg. buat konfigurasi mrtg.cfg dengan menjalankan perintah:
cfgmaker public@localhost > /etc/mrtg.cfg

10. Lalu buka file /etc/mrtg.cfg yang telah dibuat tersebut dengan perintah:
nano /etc/mrtg.cfg

kemudian cari bagian:
WorkDir: /var/www/mrtg
#Options[_]: growright, bits

ubah sehingga terlihat seperti di bawah ini:
WorkDir: /var/www/html/mrtg
Options[_]: growright, bits


11. Simpan konfigurasi di atas kemudian tetap dengan user root jalankan perintah di bawah untuk membuat file index.html dari konfigurasi mrtg.cfg yang tadi dibuat:
indexmaker /etc/mrtg.cfg >> /var/www/html/mrtg/index.html

13. Restart service snmp yang sudah berjalan agar konfigurasi yang kita lakukan dapat berjalan dengan perintah dibawah:
service snmpd restart 

14. Agar MRTG tetap berjalan setelah server restart maka anda bisa buka file /etc/rc.local dengan perintah:
sudo vim /etc/rc.local 

kemudian masukkan konfigurasi di bawah ini:
/bin/mkdir /var/lock/mrtg
/usr/bin/env LANG=C /usr/bin/mrtg

Selamat mencoba ya semoga bermanfaat.

Server

More »

Catatan

More »