Gerhana Bulan dan Wanita Hamil?


Gerhana bulan terjadi ketika bumi berada diantara bulan dan matahari, sehingga cahaya matahari yang menuju bulan akan terhalangi oleh bumi. Proses terhalangnya bulan tersebut bisa sebagian atau tertutup secara penuh, tergantung pada posisi bulan, bumi  dan matahari. Ketika bulan, bumi dan matahari terletak pada satu garis lurus maka akan terjadi apa yang disebut gerhana matahari total. Siklus ini dapat diperhitungkan dengan berbagai bidang keilmuan. Perkembangan teknologi memungkinkan masyarakat melakukan penelitian dan pengamatan secara langsung maupun tidak langsung.

Ada satu hal yang perlu diperhatikan dari kejadian gerhana bulan ataupun gerhana matahari. Memang benar bahwa kejadian tersebut merupakan siklus alam yang dapat diperhitungkan kejadian dan waktunya. Bahkan semakin jauh kesini kita semakin akrab dengan kejadian gerhana bulan dan gerhana matahari, seakan kita lupa bahwa ada kekuatan yang maha dahsyat yang menyebabkan kejadian tersebut terjadi. Bukan sekedar reaksi alamiah biasa, tetapi bahwa pergerakan seluruh alam semesta ini telah di atur oleh Sang Maha Berkehendak Allah SWT. Bumi, bulan, matahari, galaxy dan seluruh alam semesta telah ditentukan orbit dan perputarannya oleh Allah.

Seharusnya melalui kejadian gerhana bulan/gerhana matahari kita menjadi ingat akan kebesaran Allah. Sehingga kita menjadi ingat akan dosa dan sesegera memohon ampun kepadaNya. Tetapi sekarang alih-alih mengingat dosa, yang ada adalah kesombongan diri dengan menyatakan bahwa “gerhana bulan itu hal yang biasa”. Ternyata ilmu pengetahuan yang diperoleh bukan membuka mata tetapi seakan ilmu tersebut telah membutakan mata hati kita.

Didalam pandangan adat jawa ketika ada seoarang wanita yang sedang mengandung dianjurkan untuk melaksanakan “kondangan/bancakan”. Tetapi bagi sebagian kalangan hal itu menjadi kegiatan yang harus dihindari karena akan mendekatkan kita kepada syirik atau terkadang dikatakan bid’ah sehingga dianjurkan untuk ditinggalkan. Ada hikmah yang tidak banyak diketahui orang bahwa kegiatan kondangan/bancakan adalah wujud dari apa yang kita kenal dengan sodaqoh. Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan ketika terjadi gerhana bulan adalah bersodaqoh. Seorang wanita yang sedang mengandung dianjurkan untuk bersodaqoh sehingga akan membawa kebaikan kepada janin yang ada di dalam kandungan. Ditambah lagi suasana hati ketika terjadi gerhana bulan/matahari akan sangat dekat dengan Allah karena kita akan diingatkan akan kebesaranNya. Maka suasana hati tersebut akan membantu kita mencapai keihklasan ketika bersodaqoh. Dan puncak dari ibadah adalah hati yang ihklas. Jika demikian bukankah kondangan atau “bancakan” yang menjadi adat Jawa ketika terjadi gerhana bulan/matahari bagi wanita hamil sangat baik untuk dilakukan? Mengapa harus di hindari?


EmoticonEmoticon