Empat Humor Gusdur


Ada beberapa kesan yang tidak akan pernah terlupakan bagi siapapun yang mengenal sosok Gus Dur. Bahkan bagi yang tidak kenal pun akan sulit melupakan bahwa Presiden RI ke 4 yang menjabat tidak lebih dari 2 tahun ini sangat pandai dalam membuat joke-joke yang penuh hikmah. Yaaa boleh dibilang seperti "Canda Ala Sufi". Karena memang lawakan-lawakan yang dibawakan oleh Gus Dur tidak seperti lawakan biasanya. Lawakannya penuh makna dan akan sulit di pahami dan di mengerti bagaimana lawakan itu terbentuk. Nah sekarang saya akan coba mengingatkan kembali empat cerita gusdur yang bisa membuat kita tersemyum.

1. Tukang Becak Cerdik

Presiden Gus Dur pernah bercerita kepada salah seorang menterinya Mahfud MD tentang orang Madura yang banyak akal dan cerdik.
Ceritanya begini: Ada seorang tukang becak asal Madura yang kepergok seorang polisi ketika memasuki kawasan "Becak dilarang masuk".
Tukang becak itu nyelonong, dan polisi pun datang menyemprit.
"Apa kamu tidak melihat gambar itu? Becak tak boleh masuk jalan ini," kata polisi itu membentak.
"Oh saya lihat pak, tapi itu kan gambarnya becak kosong tidak ada orangnya. Becak saya kan ada orangnya, berarti boleh masuk," jawab si tukang becak.
"Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan becak dilarang masuk!" bentak Pak polisi lagi.
"Tidak pak, saya tidak bisa baca. Kalau saya bisa baca ya saya pasti jadi polisi seperti sampeyan, bukan jadi tukang becak begini," jawab si tukang becak cengengesan.

2. Pastor dimakan Harimau

Gus Dur bercanda dengan para pastor di Semarang. Ada seorang pastor yang punya hobi aneh, berburu binatang buas, kata Gus Dur. Setiap hari Minggu, selesai misa ia pergi ke hutan.
Ketika ia melihat seekor harimau langsung saja ia menarik pelatuk senapan dan ia pun menembak. "Dor, dor, dor!"
Ternyata tembakannya meleset. Dan.. Harimau balik mengejar. Sang pastor yang langsung berlari terbirit-birit.
Namun sialnya, di depan sang pastor berhadapan dengan jurang yang sangat dalam. Ia harus berhenti. Ia pasrah, berlutut. Harimau mendekatinya perlahan, siap menerkam.
Jantung sang pastor berdegub semakin kencang. Ia mengatupkan tangannya, berdoa dan menutup mata.
Ia berdoa lama sekali. Sang pastor terheran-heran karena ternyata ia masih hidup. Ia menoleh ke samping. Dilihatnya harimau itu terdiam di sampingnya sambil mengatupkan kedua kaki depannya, seperti sedang berdoa.
Sang pastor bertanya kepada harimau, "Kenapa, kamu kok tidak menerkam saya, malah ikut-ikutan berdoa?"
"Ya saya sedang berdoa. Berdoa sebelum makan!" kata harimau.

3. Gus Dur Sakit Gigi

Sudah beberapa hari ini Gus Dur sakit gigi, cenat cenut. Dibuat duduk sakit, berbicara sakit, mendengarkan musik Beethoven juga masih sakit.
"Siapa bilang sakit hati lebih berat dari pada sakit gigi," kata Gus Dur kepada seorang stafnya, mengutip lirik lagu dangdut.
"Lha kan iya lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati Gus?"
"Lebih baik sakit hati saja," kata Gus Dur.
"Lha kenapa Gus?"
"Saya ini lagi sakit gigi!" kata Gus Dur agak berteriak.
Staf Gus Dur tak berani bertanya lagi.

4. Gus Dur Kena di Tipu

Gus Dur rutin tidur malam pukul 01.00 WIB. Ketika bertanya kepada keluarga atau pengawalnya, "Jam berapa sekarang?" dan jawabannya belum sampai waktu yang ditentukan itu, ia tidak akan tidur.
Nah untuk menjaga kesehatan Gus Dur agar tidak tidur terlalu malam, pihak keluarga pun berkomplot. "Kalau Gus Dur tanya jam berapa, bilang sudah jam satu." Dan Gus Dur pun beranjak tidur.
Hal itu berlangsung beberapa kali. Gus Dur pun akhirnya sadar. "Wah selama ini saya dikibulin."
Tanpa sepengetahuan keluarga, Gus Dur membeli jam tangan yang ketika dipencet bisa berbunyi.
Suatu malam, pukul 11 malam Gus Dur bertanya, "Sudah jam berapa sekarang?" Kompak semua bilang. "Jam satu Gus!"
Sambil tersenyum, Gus Dur langsung memencet jam tangan dan bisa didengar semua: "Sekarang jam 11 malam," kata jam tangan itu dalam bahasa Inggris.

Empat Humor Gusdur Empat Humor Gusdur Reviewed by irwan budianto on 23:14 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.