Memaknai Lirik Lagu "Opo Abote-Bugie"


Banyak diantara kita bahkan penulis sendiri telah tersindir oleh lirik lagu Opo Abote yang di bawakan oleh band asal Yogyakarta Bugie. Dari lirik tersebut kita bisa memaknai bahwa kesombongan yang telah kita bangun dalam diri kita telah menjadi gedung tinggi dan membayangi hati kita dari cahaya sejati. Ibarat tanaman kecil yang tidak bisa tumbuh menjadi besar dan berbuah karena tertutup oleh rindangnya pohon besar. Maka seperti itulah ketika kita menumbuhkan kesombongan di dalam diri kita. Benih-benih kebaikan tidak akan pernah dapat tumbuh menjadi kebarokahan. Bahkan kita menjadi lupa kewajiban-kewajiban yang harus kita penuhi.

Wektu kanggo kerjo ono
Kanggo dolan ugo ono
Nanging wektune sholat... Ngaku ra ono

Waktu untuk kerja ada
Untuk bermain juga ada
Tapi waktunya sholat … Bilang nggak ada

Ngakune awake kuat
Ngakune awake sehat
Nanging yen wulan poso... Ngaku larane kumat

Bilangnya badan kuat
Bilangnya bada sehat
Tapi jika bulan puasa… Bilang sakitnya kambuh

Opo abote, sholat limang wektu
Yen kui wes dadi kewajibanmu
Opo abote, poso wulan romadhon
Yen kui wes dawuhe seng KUASA

Apa susahnya, sholat lima waktu
Jika itu sudah menjadi kewajibanmu
Apa susahnya, puasa bulan ramadhan
Jika itu sudah menjadi perintah yang Maha Kuasa

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Memaknai Lirik Lagu "Opo Abote-Bugie""

Post a Comment