Memaknai Puisi “Agama-Gus Mus”



Seperti yang kita ketahui bahwa Gus Mus yang mempunyai nama lengkap KH. Ahmad Mustofa Bisri adalah seorang Ulama, Guru Bangsa, Tokoh Bangsa dan merupakan sahabat dekat Presiden ke-4 RI Gus Dur. Selain dikenal sebagai ulama Gus Mus juga dikenal sebagai Budayawan. Banyak karya cerpen dan puisi Gus mus yang telah di bukukan dan diterbitkan. Begitu indah makna puisi karya beliau sehingga melalui puisi-puisi beliau kita akan di ingatkan kembali bagaimana kehidupan yang seharusnya kita jalani.

Kesempatan kali ini saya ingin memaknai puisi terkenal gusmus yang sempat beliau bacakan di acara Mata Najwa tahun lalu yang berjudul “AGAMA” berikut puisi nya

Agama adalah kereta kencana
yang disediakan Tuhan untuk kendaraan kalian
berangkat menuju hadiratNya
Jangan terpukau keindahannya saja
Apalagi sampai dengan saudara-saudara sendiri bertikai
berebut tempat paling depan
Kereta kencana cukup luas
untuk semua hamba yang rindu Tuhan
Berangkatlah!
Sejak lama Ia menunggu kalian

Dari puisi Gus Mus diatas kita akan disadarkan bahwa kita selama ini hanyalah melihat Agama dari sisi keindahannya saja. Memang benar Agama Islam itu sangat indah, sehingga Gus Mus menggambarkan Agama layaknya kereta kencana. Kereta kencana ada kereta milik para raja dan ratu yang memang pada saat itu merupakan kendaraan paling mewah dan penuh ke istimewaan. Karena keindahan Islam makan banyak diantara pemeluknya hanyut dan larut dalam keindahaan. Padahal seharusnya bukan karena keindahan islam saja kita menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Karena jika seperti itu maka kita akan terjebak di dalam keindahaan dan akan melupakan hakekat dari Islam itu sendiri yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya karena Allah bukan karena keindahannya.

Apalagi terkadang sering terjadi pertikaian antar saudara. Sungguh sangat disayangkan. Jika memang agama itu indah kenapa di hiasai dengan pertikaian. Saling berebut benar dan menyalah-nyalahkan. Artinya jika seperti itu kita sudah benar-benar terjebak di dalam keindahannya saja. Padahal Agama itu sangat luas dan penuh kedamaian. Tetapi banyak diantara kita yang mempersempit Agama itu sendiri dengan menganggap mazhab kita yang paling benar, organisasi kita yang paling benar, dan pemahaman kita yang paling benar. Padahal sesungguhnya Allah lah pemilik kebenaran itu, mengapa kita yang saling berebut?.


EmoticonEmoticon